Jumat, 06 Januari 2023

FLASHBACK #3 – NEW SUZUKI SHOGUN 125 (B 6736 PCV)


Sejujurnya, saya rada menyesal menerima motor ini sebagai pengganti si NSS 110, karena saya merasa motor ini kurang powerful. Basic engine 125 nya tidak bisa menyalurkan tenaga yang sepadan, kenapa? karena bobot rangkanya lah yang membuat dia keberatan mencapai top speed diatas 110. Bagasi, salah satu keunggulan yang dia tawarkan. Dijaman itu, bagasi adalah sesuatu yang mewah.



Untuk urusan livery, menurut saya Suzuki cukup manis dengan bergaya ‘racing’. Berbanding terbalik dengan performanya.

Motor ini 2005, saya dibelikan oleh Papa. Waktu itu sedang gencar-gencarnya pelarangan motor 2-tak yang konon katanya isu tersebut dihembuskan oleh pabrikan sayap kepak untuk menghambat penjualan kompetitor.

Papa pun menjual Kawasaki Ninja 150R yang dimiliki oleh kakak saya, dilepas seharga 12juta dan dibelikan lah saya motor ini. Menyesal sih ya, menjual Kawasaki Ninja di harga segitu. padahal, kalo dirawat sampai sekarang mungkin bisa dijual di harga 20-30jtaan.


Sedikit cerita soal Kawasaki Ninja 150 R ini, Papa pernah berjanji di depan saya kalau beliau banyak uang akan membelikan kakak saya motor ini. Begitu besar cinta beliau terhadap anaknya. Papa tahu, bahwa anak-anaknya sering dihina karena tidak mampu membeli motor-motor bergengsi / moge (di era itu). Beliau mampu menepatinya.

Saya yang sejak dulu ga pernah bawa motor kopling, sering penasaran sama ini motor. Tiap hari cuma diperbolehkan panasin aja, gak untuk dibawa nongkrong. Singkat cerita, saya pulang ke rumah tapi rumah kosong. STNK + Kunci Ninja ada di rumah. Hati kecil mulai memaksa saya untuk test drive ini motor keluar rumah. Kebetulan, saat itu saya perlu pergi ke tempat les bahasa inggris buat liat hasil apakah lulus atau tidak.

Saya langsung gas bawa si ninja keluar, pas di bypass yos sudarso, saya tarik sampai limit 160km/jam. Itu pengalaman seumur idup bawa motor paling kentjang di jamannya. What a wonderful moment i had.

Balik ke NSS 125, body BOHAY nya lah yang merupakan satu keunggulan buat saya, sebelum akhirnya saya meneruskan perjalanan penuh KENANGAN dari motor HONDA SUPRA X 125.

FLASHBACK #2 - NEW SUZUKI SHOGUN 110 FD (B 3552 ZZ)



Motor kedua saya adalah New Suzuki Shogun 110 (NSS). Motor ini merupakan bebek 4-tak terKENCANG di era nya. Bersaing dengan Jupiter Z untuk angka penjualannya. Kalau untuk performa, saya pernah tes motor ini di turunan flyover kemayoran, angka spido menunjukkan 125km/jam dan gas masi belum mentok (mungkin efek turunan). Tenaganya bermain di putaran tengah-keatas.

Motor ini sebetulnya kalau dibandingkan kawasaki kaze, jelas lebih ringan namun terkesan ringkih. Buat kualitas, Kawasaki patut diacungi jempol. Namun, era suzuki di tahun 2000an cukup menggebrak, usai Shogun ‘kebo’ yang konon katanya menggunakan CDI unlimiter (rentang limitnya dibuat panjang).

Motor ini ringan, tapi buat urusan nikung menikung agak kurang dibandingkan dengan Yamaha Jupiter Z. Saya pernah tes kebut-kebutan pulang kuliah sama Jupiter Z, akselerasi kalah, tapi urusan top speed Shogun ini juaranya.

Sejujurnya, kesan saya ke motor ini cuma itu saja sih. saya suka powernya yang cukup galak (dimasa itu). Tampilan yang cukup sporty bergaya khas Suzuki. Namun, buat urusan pengereman Suzuki perlu belajar lagi dari Yamaha. Walaupun menggunakan single piston, tapi kaliper rem Yamaha lebih pakem.



Waktu jaman saya sering ke jembatan dua, saya pernah tes adu kebut dengan motor Suzuki Shogun 125, dan motor ini menang telak. waktu itu, NSS 125 rada ‘panas’ karena gaya bawa saya yang cenderung ‘tengil’. Memang akselerasi si NSS 125 lebih galak, namun rangka beratnya lah yang membuat dia kedodoran di top speed.



Saya gak gitu lama bawa motor ini, mungkin 2-2.5 tahun dan saya pun berpindah ke New Suzuki Shogun 125.

FLASHBACK #1 - KAWASAKI KAZE R 110 (B 4617 JB)


Source pic: kobayogas.com




Kawasaki Kaze R ini, adalah hadiah pertama dari Papa dan Mama buat saya.

Saat itu, Papa dan Mama memang bukan dari keluarga berada. Mereka bekerja keras siang-malam untuk menghidupi 4 orang anak. Tetapi, mereka paham bahwa anak laki-laki ke 3 nya ini juga ingin memiliki motor. Meski, saya ga pernah mengeluarkan kalimat minta dibelikan sekalipun. Begitu mereka memiliki sedikit rejeki, mereka selalu ingat kebutuhan (atau bahkan keinginan) anaknya. Sejuta salut buat orang tua saya yang sangat sayang dengan semua anaknya. Rata!

Siang itu, saya ingat betul diajak ke showroom terdekat buat lihat-lihat motor. Pulang sekolah, saya langsung beberes dan dengan senang hati ikut ke dealer rumahan. Jaman itu, iklan motor sedang gencar-gencarnya di TV. Yamaha FIZ-R dengan gaya matador banteng, Suzuki Shogun ‘kebo’ dan banyak lagi. Salah satunya adalah Kaze R, iklan yang kurang bagus saat itu. Tetapi, saya memilih motor ini sebagai alat transportasi dan motor pertama saya. Alasannya sederhana, motor ini pendek. Karena tinggi badan saya cuma 160cm rasanya pas dan kaki bisa jejak tanah dengan leluasa.

Setahun berlalu, motor cuma ditaruh di garasi. cuma boleh puter-puter dan panasin dekat rumah saja. Karena saat itu usia saya baru 16 tahun, belum ada SIM. Kinclongnya ini motor terjaga karena saya selalu bersihin tiap pulang sekolah.

Singkat cerita, saya akhirnya punya SIM. Saat itu, saya main dengan 2 orang teman, sebut saja A dan B. Si A ini punya Jupiter Z, sementara si B belum punya motor, tetapi masih pakai Astrea Grand ayahnya. Kita bertiga, kebut-kebutan dari MKG ke Sunter cuma 7 menit. Sungguh masa muda yang sangat memorable.

Banyak kenangan saya dengan si Kaze R ini, Jatuh-bangun, belajar setengah kopling, sampai yang paling bego adalah saya ganti busi pada saat mesin masih panas. Sendiri. Saat mesin masi memuai, saya kencengin tuh busi dengan sekuat tenaga. alhasil, dratnya jebol. Papa yang tahu hal itu, ga marah dia cuma ketawa sambil bilang “aduhhh, di sekolahan kan diajarin kalo besi itu memuai saat panas”. saya cuma senyum getir, ga berani melawan.

Si Kaze akhirnya dibawalah ke bengkel deket rumah, di ‘tambah daging’ istilahnya. Namun, cuma bisa pakai busi merk “Champion” sesudahnya. Bertahan lah saya naik motor itu, dengan ilmu seadanya. Tetapi, masa-masa itu saya sering cuci motor setiap kali kena hujan. Dipoles dan dirawat dengan baik.

Papa yang tahu motor saya sudah dalam keadaan buruk, memutuskan untuk menjual dan menggantinya dengan motor baru yaitu New Suzuki Shogun 110 FD.

Kita berdua jalan masing-masing bawa motor. Papa dengan Vespa Excel 150 biru langitnya, dan saya naik Kaze. Kita jalan ke daerah kota untuk cari dealer Suzuki. Di jalan, Papa sempat bilang “kamu ingat ya, jalan yang papa ajarin. Nantinya, kamu bisa jalan sendiri kemanapun kamu mau. Hati-hati dan jangan terlalu kencang bawa motornya. pelan-pelan saja.” ucapnya dari balik helm cakil-nya. Sungguh, momen itu ga akan pernah saya lupain. I miss you so much, dad.

Pendapat saya sendiri soal Kaze R ini adalah STABIL, rangka kokoh yang dia miliki; swing-arm yang kotak tebal, tangki yang besar (masa itu), jok yang empuk dan handling yang nyaman. Menjadikannya sebagai salah satu motor yang akan selalu memorable di hati saya. Just like you, dad. You always in my heart. Thank you!

Kamis, 05 Januari 2023

FLASHBACK : MY MEMORABLE MOTORCYCLES

Berikut ini adalah list-list motor yang pernah saya miliki dari awal 2000-an s/d Sekarang.
Setiap motor ini memiliki banyak kisah dan juga kenangan-kenangan yang ga akan bisa saya lupakan sampai kapanpun. 
  1. KAWASAKI KAZE R (B 4617 JB)

    adalah motor pertama yang paling STABIL. Merupakan hadiah pertama dari kedua orangtua saya saat saya masih SMP.



  2. SUZUKI NEW SHOGUN 110 (B 3552 ZZ)

    adalah motor 4-tak kedua saya yang paling KENCANG pada era-nya. Persaingan dengan Yamaha Jupiter Z kala itu baik dalam segi penjualan maupun urusan kebut-kebutan.





  3. SUZUKI NEW SHOGUN 125 R (B 6736 PCV)

    Motor ini konon katanya dilahirkan untuk meneruskan suksesnya Shogun 110 dan menghambat penjualan kompetitor si sayap kepak yang melahirkan motor Honda Karisma. Namun, sejujurnya saya agak kecewa dengan performa yang Suzuki berikan. Kalimat paling pas buat dia adalah si BOHAY.



  4. HONDA SUPRA X 125 (B 6630 UDY)

    Merupakan motor penuh KENANGAN. Karena ini adalah warisan peninggalan dari alm. ayah saya. Motor ini juga yang mengantarkan saya hingga lulus kuliah sampai bisa diterima bekerja saat itu.



  5. HONDA ABSOLUTE REVO 110 (B 6068 USX)

    Motor ini memiliki nilai PERJUANGAN yang cukup tinggi. Ini juga adalah motor pertama yang pernah saya beli dengan uang sendiri.  


  6. YAMAHA JUPITER MX 135 (B 3173 UGP)

    Perjuangan dilanjutkan dengan si SANGAR Jupiter MX 135 ini. Motor second kedua yang saya beli dengan uang sendiri. Motor ini nyaris sempurna.


  7. YAMAHA SOUL GT 115 (B 3468 SPH)

    Sejatinya, ini adalah motor second pertama yang saya beli untuk istri tercinta. Motor ini penuh dengan keLINCAHan yang membuat dia tetap lekat di hati saya meskipun sekarang sudah berpindah tangan. Jiwa Merah akan selalu ada di hati saya.


  8. KAWASAKI ATHLETE 125 (B 3305 SIY)

    Untuk menemani si Soul GT 115, saya membeli motor ini dari teman kantor saya dengan mahar murah meriah 5 juta. Namun, karena modifikasi motor ini mungkin nilainya menjadi 2x lipat harga mahar. Sparepart dan biaya untuk modifikasi dia tergolong MAHAL.


  9. HONDA VARIO 150 (B 4496 BXY)

    Melepas Soul GT 115 dan Kawasaki Athlete 125, saya menebus motor ini pulang kantor. Desember 2021, hujan sedang deras-derasnya. Tapi, saya rela pergi ke Cengkareng untuk mengambil motor ini dengan menebus mahar sebesar 18 juta rupiah. Lampu modifikasi biru, keyless, injeksi, 150cc, tenaga besar menjadikan motor ini rasanya mewah dan LENGKAP.


  10. YAMAHA SOUL GT 125 (B 3967 UPT)

    Melepas Vario 150, karena ingin menggunakan dana nya untuk sekolah anak. Motor Soul GT 125 ini saya beli dari kakak tertua saya. Awalnya, motor ini akan saya berikan kepada istri untuk mengantar pulang pergi anak sekolah. Tapi, istri ternyata trauma bawa motor. Lalu, saya pikir ini akan menjadi 'Jiwa' baru buat saya. Tetapi, setelah saya gunakan berkendara selama 1 bulan, munculah banyak masalah yang cukup mengusik saya. Ternyata, motor ini tidak bisa menggantikan Jiwa Merah lama saya. Tenaga pas-pasan, langsam gak stabil, kecepatan hanya bisa mentok di 90km/jam. Sungguh menyesal pernah memilih motor ini sebagai salah satu tunggangan primer saya. Satu kata paling pas adalah motor ini adalah produk GAGAL milik Yamaha.


  11. YAMAHA AEROX 155 BUMBLEBEE (B 6483 VOF)

    Lega rasanya melepas Soul GT 125 itu setelah beberapa bulan tersiksa menungganginya. Pilihan saya pun jatuh pada Aerox 155 kuning bumblebee ini. Impresi pertama saya mengendarainya adalah NYAMAN. Sejauh ini, belum ada kendala dan semoga akan bisa lama saya kendarai sampai nanti. Mungkin sementara waktu hanya itu untuk si Aerox ini.
   
        


Dan tentunya perjalanan akan terus berlanjut...